indexDetoksifikasi Gratis Untuk Korban Pecandu – Narkotika memang sudah lama menjadi musuh yang paling ditakuti di ndonesia. Banyak orang yang sudah menjadi korban dari barang haram tersebut dan tak sedikit yang sudah menemui ajal karena tak dapat lepas dari pengaruhnya. Narkotika memang menjadi musuh terbesar bangsa saat ini di samping korupsi. Namun jika menilik dampak negatifnya yang terus berkembang maka tak heran jika banyak orang mencanangkan perang terhadap narkotika dan zat adiktif lainnya. Hukuman mati yang telah dipilih oleh Indonesia sebagai salah satu hukuman terberat yang akan diterima oleh pengguna dan pengedar yang terlibat dalam jaringan obat obatan terlarang seakan tidak cukup bertaing untuk membuat bandar bandar besar menjadi takut dan mengurungkan niat mereka untuk menjalankan bisnis haram tersebut. Meskipun telah terbukti ketegasan hokum Indonesia dalam menyikapi para Bandar, namun bisnis hitam ini tetap saja seolah tak surut dan menjadi berhenti. Masih dapat dengan mudah kita jumpai bahkan pegawai negeri sipil yang tertangkap basah sedang berpesta shabu dan barang sejenisnya. Narkotika memang telah menjalarkan akarnya ke berbagai pihak dan merusak semua lapisan masyarakat. Tidak hanya orang dewasa saja yang dapat terkena dampak buruk dari narkotika ini. Kejahatan obat terlarang ternyata dapat pula merambah kepada anak anak kecil yang merupakan masa depan bangsa kita.

Melihat fenomena yang marak ini, maka BNN selaku badan yang secara resmi mengawasi peredaran dan menumpas narkotika di Indonesia melakukan terobosan yang cukup bagus dengan membuka klinik yang mengadakan detoksifikasi geratis bagi para pecandu narkoba yang ingin keluar dari jeratan barang haram tersebut. Pihak BNN menjalin kerjasama dengan sebuh klinik di bilangan Cawang Jakarta Timur yang bernama Klinik sejahtera. Klinik tersebut akan emberikan program detoksifikasi khsus dan gratis kepada semua korban yang ingin menghilangkan ketergantungan mereka terhadap narkotika.melihat program yang dicanangkan tersebut BNN berharap banyak bahwa jumlah pecandu narkotika yang mencapai hingga 4 juta jiwa di Indonesia akan semakin berkurang dan mengalami banyak penyusutan. Hal ini memang didasarkan dari keprihatinan BNN terhadap semakinenngkatnya jumlah pecandu narkotika di Indonesia . peningkatan tersebut tidak disertai pula dengan peningkatan klinik klinik yang menawarkan detoksifikasi atau penanganan khusus terhadap para pecandu tersebut. Hal ini memang akhirnya membuat para pecandu tidak memiliki banyak pilihan selain terus terjebak dalam lubang hitam yang telah menyeret mereka.

Klinik detoksifikasi yang disediakan oleh pikah BNN tersebut juga tidak memungut biaya untuk semua perawatan yang harus dilakukan oleh para pecandu, seperti detoksifikasi, obat dan biaya rawat inap. Hal ini jelas merukapan kabar yang sangat baik bagi keluarga pecandu karena akan meringankan beban yang di alami oleh keluarga. Mereka cukup membawa dan menemani serta melakukan pengawasan saja terhadap anggota keluarga yang memang sedang menjalani detoksifikasi dan perawatan narkoba di klinik tersebut. Masih ditambahkan oleh pihak BNN selain detoksifikasi gratis tersebut dan serangkaian perawatannya, masih aka nada pula rehabilitasi social yang akan diberikan keada para mantan pecandu supaya mereka dapat kembali ke fungsinya yang semustinya sebagai anggota masyarakat normal. Hal ini juga akan membentuk kembali kekuatan mental yang dimiliki oleh para mantan pecandu agar mereka dapat menolak jika kembali ditawari barang haram tersebut oleh teman mereka. BNN memang berharap banyak dengan detoksifikasi dan rehabilitasi sosial ini, Semoga pemberantasan narkotika terus digalakkan dan jumlah klinik untuk rehabilitasi semakin diperbanyak. jual green coffee    

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *